Peserta dan Pengajar Praktik dalam Lokakarya Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 8
Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Sabtu, (17/6/2023)
Jembrana – Program Guru Penggerak adalah suatu wadah yang disediakan oleh pemerintah, agar guru-guru di negeri ini berada dalam sebuah komunitas belajar. Ini bukanlah program bim salabim asal jadi,namun sudah direncanakan dengan matang dan pendidikan yang berbasis teknologi di area kerja dimana kedepannya tercipta pemimpin-pemimpin sekolah yang berkualitas dan bermutu.
Guru sebagai pendidik profesional memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran yang bermuara pada peningkatan mutu lulusan. Efektifitas penyelenggaraan pendidikan sangat terkait erat dengan keberhasilan guru dalam melakukan pendampingan terhadap peserta didik. Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) merupakan salah satu langkah strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) dalam upaya menggerakkan ekosistem pendidikan serta stimulator dan mediator berbagai praktik baik yang dilakukan guru.
Kegiatan Lokakarya 1 Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 8 Kabupaten Jembrana yang diselenggarakan oleh Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Bali beserta Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Jembrana, Pengajar praktik dalam Lokakarya 1 ini yakni Bapak Yohanes Tri Utomo, S.Pd, M.Pd dan Ibu Ni Putu Eka Sulistyawathi, S.Pd, M.Pd. (17/6/2023)
Agenda kegiatan di Lokakarya 1 yang bertemakan “Pengembangan Komunitas Praktisi” terbagi dalam 5 kegiatan inti. yakni Peran dan Komptensi Guru Penggerak, Refleksi manfaat Komunitas praktisi, Filosofi komunitas praktisi, mengidentifikasi dan memetakan komunitas praktisi, Menganalisa pemetaan Komunitas praktisi, menganalisa peran dalam memaksimalkan komunitas praktisi dan potensi komunitas praktisi baru.
Para Calon Guru Penggerak memahami apa itu komunitas praktisi? Komunitas Praktisi adalah “Sekelompok individu yang memiliki semangat dan kegelisahan yang sama tentang praktik yang mereka lakukan dan ingin melakukannya dengan lebih baik dengan berinteraksi secara rutin” (Wenger, 2012). Selain memahami pengertian komunitas praktisi para CGP juga mengetahui dan memahami apa tujuan adanya komunitas praktisi, karakteristik komunitas praktisi, bisa menyebutkan contoh komunitas praktisi yang ada disekolahnya, jenis aktivitas komunitas praktisi, dan peran guru penggerak di komunitas praktisi sehingga pada kegiatan akhirnya bagaimana menggerakkan komunitas praktisi tersebut dengan tahapan-tahapan merintis, menumbuhkan dan merawat keberlanjutan.
Kesimpulan dan Refleksi Pembelajaran, Ada pepatah yang menyatakan ”guru terbaik adalah pengalaman”, Setiap pengalaman membuat kita tumbuh, namun kita tidak akan belajar dari pengalaman jika pengalaman tersebut tidak dimaknai, oleh karena itu mari kita maknai pembelajaran di lokakarya 1 ini.
Untuk menyimpulkan dan merefleksi pembelajaran di lokakarya 1 ini, bisa dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: 1) Apa pentingnya kita perlu komunitas praktisi?; Apa artinya komunitas Praktisi?; Apa saja peran kita sebagai guru penggerak di komunitas praktisi? Bagaimana tahapan dalam menggerakkan komunitas praktisi tersebut?
Maknai, Optimalkan dan aktualisasikan dalam keseharian kita selaku guru penggerak 1) nilai-nilai Guru Penggerak ( Berpihak pada murid; Mandiri; Reflektif; Kolaboratif; Inovatif); 2) Peran Guru Penggerak (Menjadi pemimpin pembelajaran; menjadi coach bagi guru lain; mendorong kolaborasi; mewujudkan kepemimpinan murid; menggerakkan komunitas praktisi); dan 3) Kompetensi Guru Penggerak ( mengembangkan diri dan orang lain; memimpin pembelajaran; memimpin pengembangan sekolah; dan memimpin manajemen sekolah).
“Tanpa perubahan tidak ada inovasi,kreativitas, atau insentif untuk perbaikan. Mereka yang memulai perubahan akan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk mengelola perubahan yang tak terelakkan” William Pollard.
Salam dan Bahagia, Tergerak, Bergerak dan Menggerakkan.
KATA – KATA HARI INI
![]() |
“Lakukan saja yang bisa kamu lakukan untuk kebaikan diri dan sesama. Jalani proses dan nikmati hasilnya pada waktu yang indah” Yohanes Tri Utomo, S.Pd, M.Pd |
![]() |
“Perubahan itu menyakitkan, Ia menyebabkan orang merasa tidak aman, bingung, dan marah. Teruslah berinovasi untuk perubahan lebih baik” Ni Putu Eka Sulistyawathi, S.Pd, M.Pd. |
![]() |
Jikalau aku melihat wajah anak-anak di desa-desa dengan mata yang bersinar-sinar “Pak Merdeka; Pak Merdeka; Pak Merdeka!” Aku bukan lagi melihat mata manusia Aku melihat Indonesia Ir. Soekarno |
VIDEO KEGIATAN



